Dauroh 2 hari Jogja

Hadirilah dengan Mengharap Wajah Allah semata
Daurah Ilmiyyah 2 Hari yang akan dilaksanakan Insya Allah:

“Kepada Siapa Kita Mengambil Ilmu”
Pemateri: Ustadz Usamah Mahri
(Pengasuh Ma’had As-Sunnah Malang)
Hari, tanggal: Ahad, 4 November 2012/19 Dzul Hijjah 1433 H
Pukul: 09.30 – selesai
Tempat: Masjid Agung Manunggal Bantul

“Mewaspadai Fenomena Tasyabbuh”
Pemateri: Ustadz Muhammad Afifuddin
(Pengasuh Ma’had Al-Bayyinah Gresik)
Hari, Tanggal: Senin 5 November 2012 / 20 Dzul Hijjah 1433 H
Pukul: 09.30 – selesai
Tempat: Masjid Al-Anshar

CP: Pakis (0274 7170 587), Abu Ubaidah (0813 2880 8279)

Pengajian Akbar Yogyakarta

Bismillahirrahmanirrahim
Hadirilah dengan mengharap wajah Allah semata.
PENGAJIAN AKBAR
Insya Allah bersama:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
(Pengasuh Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon
dan Mudir Ma’had Al-Anshar Yogyakarta)

Tema: Menjaga Ukhuwah dengan Keikhlasan
Pelaksanaan: Hari Ahad, 11 April 2010
26 Rabiuts Tsani 1431 H
Jam: 09.00 – selesai
Tempat: Masjid Al-Anshar Kompleks Ma’had Al-Anshar Wonosalam, Sukoharjo, Ngaglik Sleman Jogjakarta
Penyelenggara: Ma’had Al-Anshar
Kontak: Abu Khalid HP. 0813 2800 6284

Selengkapnya klik pamflet ini :

Url Sumber:
http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1626

Daurah bersama Ulama: Kembali pada Al Quran & Sunnah

Daurah bersama Ulama
Kembali pada Al Quran & Sunnah (Bantul, 18-20/08/2007)
Dikirim oleh webmaster, Jum’at 27 Juli 2007, kategori Info Dakwah
Penulis: Redaksi Salafy.or.id
.: :.
بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Kabar gembira, bagi ummat Islam di Indonesia. Insya Allah, Panitia Pelaksana Daurah Ilmiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah se Indonesia di bawah naungan Yayasan Asy Syariah kembali mengadakan Daurah Ilmiyyah bersama masyayikh Timur Tengah, diantaranya Asy Syaikh Muhammad Ibn Hadi al Madkhali (Saudi Arabia), Abdurrahman ibn Umar al Mar’i, Abdullah ibn Umar al Mar’i (murid al ‘Allamah Asy Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah) dari Yaman, Abu Abdillah Khalid bin Dhohawi Adl Dlufairi dari Kuwait, yang dijadualkan pada tanggal 4-6 Sya’ban 1428 / 18-20 Agustus 2007. Daurah dibuka untuk umum.

Tema :
– Kembali Kepada Al Qur’an dan Sunnah

Tempat : Masjid Agung Manunggal, Bantul

Waktu : Pukul 09.00 – selesai, tanggal 4-6 Sya’ban 1428 / 18-20 Agustus 2007

Bahasa yang dipakai : Arab dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Insya Allah

Peserta : Umum / Laki-laki (Akhwat/Ummahat tele-link di Sewon, Sedan dan Veteran) *)

Klik disini untuk memperbesar

Insya Allah – daurah ini disiarkan langsung via Paltalk oleh account kami “salafiyyin” di Room Religion & Spirituality – Islam – Salafiyyin. Petunjuk penggunaan Paltalk, simak di http://www.salafy.or.id/upload/paltalk.zip

Penyelenggara Daurah :
Panitia Pelaksana Daurah Ilmiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah se Indonesia
Yayasan Asy Syariah
Alamat : Jl Godean Km 5, Gg Kenanga 26B, Patran RT 1/RW 1, Banyuraden, Gamping, Sleman DIY, Telp/Faks. (+62) (274) 626439. Email redaksi @ majalahsyariah.com, daurah @ salafy.or.id
Kontak Person : +62 274 626439, +62.274 7170587 +62 274 897733, +62 579 118 95, +62 328 098 074.

Adapun donasi daurah dibuka kembali dengan rekening atas nama BCA an. Ilyas bin Tohir, KCU Yogyakarta no. rek. 0372529740 . Maka salafiyyin semuanya diharapkan ta’awun untuk mensukseskan daurah ini. Selengkapnya simak di http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1163. Demikian informasi yang dapat kami berikan.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

a/n Panitia Daurah
Redaksi Salafy.or.id
http://daurah.salafy.or.id

Keterangan : Panitia menyediakan tempat menginap, harap bawa perlengkapan tidur, akomodasi/konsumsi mandiri.

Petunjuk menuju lokasi :
1. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via pesawat :
a. Menuju Bandara Adisutjipto, Jogjakarta b. Naik taksi/ojek/kendaraan ke terminal Giwangan, Jogjakarta c. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6
2. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Surabaya, Solo via bus :
a. Turun di terminal Giwangan, Jogjakarta b. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6
3. Rute menuju lokasi dari Semarang via bus :
a. Turun di terminal Jombor, naik bus kota jurusan terminal Giwangan, Jogjakarta b. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6
4. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via kereta api :
a. Menuju stasiun Tugu/Lempuyangan, Jogjakarta b. Naik bus kota menuju terminal Giwangan, Jogjakarta c. Ikuti rute menuju lokasi Jogjakarta no 6
5. Rute menuju lokasi dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo via kendaraan pribadi :
a. Menuju ke kota Bantul sampai gapura kota Bantul b. Ikuti jalan sampai perempatan pertama (Klodran) c. Lokasi masjid Agung Manunggal, Bantul dari utara di sebelah kanan
6. Rute menuju lokasi dari Jogjakarta :
a. Dari terminal Jombor, ke terminal Giwangan Jogjakarta, naik bus Koperasi Abadi jurusan Bantul turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul) b. Dari terminal Giwangan Jogjakarta, naik bus Koperasi Abadi jurusan Bantul turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul) c. Dari arah Semarang turun di perempatan Dongkelan, naik bus Koperasi Abadi turun di perempatan Klodran (Masjid Agung Bantul)

*).
– Sewon, Alamat : Pondok Pesantren Ar-Ridho Al-Islami,
Jalan Parang Tritis Km 6, RT 6, RW 46, Dn Dagaran, Kel Bangunrejo, Kec. Sewon, Bantul. Telpon +62 274 7406120
– Sedan, Alamat : Tarbiyatul Aulad Ibnu Taimiyyah, Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sedan, alamat no 99 C RT 06/34, Dn Sedan, Ds. Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman 55581. +62 815 681 3048, +62.274.7170587
Veteran, Alamat : Perum Veteran Tumbal Negoro, Dn Kencuran, Ds Sukoharjo, Kec. Ngaglik, Kab Sleman. +62 274 897733, +62 579 118 95, +62 328 098 074.
Cetak

URL sumber:
www.salafy.or.id

Nasihat Salafus Shalih akan Pentingnya Ilmu

Nasihat Salafus Shalih akan Pentingnya Ilmu
Rabu, 12 Oktober 2005 – 02:21:14 :: kategori Aqidah
Penulis: Kitab Aadaabu Thaalibil ‘Ilmi
.: :.
Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin

Beberapa atsar yang berisi nasehat dan keterangan akan pentingnya ilmu dan mempelajarinya.

Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)
Yakni bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda. Read the rest of this entry

Wajah Buruk Yahudi

Kamis, 19 Juli 2007 – 00:20:22, Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin
Kategori : Kajian Utama
Wajah Buruk Yahudi

Potret Yahudi, di mata umat Islam, memang demikian kelam. Sejak jaman baheula (dahulu) hingga kini, kejahatan dan keculasannya teramat sulit untuk dilupakan. Saking banyaknya, bisa jadi daftar riwayat kekejiannya bakal memenuhi lemari sejarah.

Orang-orang Yahudi memandang bahwa mereka adalah umat pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka merasa diistimewakan dan dilebihkan atas seluruh umat pada zamannya, yaitu semasa Nabi Musa ‘alaihissalam.
Disebutkan oleh Abul Fida` Ismail Ibnu Katsir rahimahullahu dalam Tafsir-nya, bahwa dilebihkannya mereka atas umat-umat yang lalu pada masanya, yaitu dengan dikaruniai keutamaan diutusnya para rasul Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kalangan mereka, diturunkan kitab-kitab suci kepada mereka, dan diberinya mereka kerajaan. Read the rest of this entry